Kasih Bapa

June 8, 2008

WelComE to KasihBapa.blogsome.com

Filed under: Home
"As the Father hath loved me, so have I loved you: continue ye in my love.
This is my commandment, That ye love one another, as I have loved you."
(Yoh 15:9-12)
 

Kasih Bapa,siapa yang tidak mengenal Bapa?

Bapa Yang Maha Pengasih dan Penyayang,Allah kita yang ajaib.

Tiap detik,menit,jam pun berlalu hingga berganti hari namun kasih Bapa tak kan

pernah padam.

KasihBapa.blogsome.com menyajikan berbagai suplemen rohani bagi kita,agar

kita dapat semakin tumbuh,berbuah dan semakin dekat dengan Bapa.

Berbagai pengalaman,renungan,humor,info kegiatan mengenai hal-hal seputar

kerohanian dapat dinikmati disini.

Tentunya kami sangat mengharapkan kerjasama seluruh pembaca agar dapat

memberikan kritik dan saran yang membangun.

Kami sangat berterimakasih dan mengharapkan bantuan apabila Saudara

terbeban untuk mengirimkan artikel kepada kami baik berupa

kesaksian,renungan Saudara,maupun humor atau apapun yang dapat dibagikan

kepada semua orang ke alamat email revivalartcom@yahoo.com

Blog ini ada karena kebesaran kasihNya,dan bagi kemuliaan Allah Yang Maha

Kudus. emoticon

Syaloom…emoticon

Tuhan Yesus memberkati.Amien.emoticon

 

Hidup yang Berarti

Filed under: Home

emoticonHIDUP YANG BERARTI

Banyak orang miskin,tapi jangan pakai telunjuk kita untuk menyalahkan,ulurkan tangan bagi mereka,maka hidup kita akan berarti.

Banyak orang bodoh,mereka sudah kenyang cemooh,butuh kita untuk sentuh dan didik mereka.

Banyak orang sakit,ah…jangan berteori tentang bakteri,nanti keburu mati.

Banyak orang salah dan berdosa,jangan hakimi mereka dengan wajah hati yang begitu bengis,bawa saja kepada Yesus yang Pengasih.

Banyak orang yang melanggar,haruskah kita yang menghajar sambil berteriak kurang ajar?

Saudara,hidup ini sering kali harus memilih.Jadi hakim yang lalim atau hamba kebenaran yang lembut.Pilihan pertama seakan membuat kita kuat,karena seseorang selalu kita dudukkan di kursi terdakwa.

Tapi sadarkah Saudara bahwa suatu kali kelak kita bisa didudukkan orang yang sama?Tapi kalau kita memilih jadi yang kedua,maka hidup kita sungguh akan berarti.

Hidup cuma sekali setelah itu mati,pilihlah jadi yang penuh arti.

***GBU emoticon

Sumber : Pdt. Petrus Agung Purnomo 

—————————————————————————————-

emoticonHATI YANG HIDUP

Mazmur 22 : 27 berkata : "Biarlah hatimu hidup untuk selama-lamanya …" Ya, ternyata tidak semua yang bernyawa mempunyai hati yang hidup. Ada banyak orang yang masih bernyawa, masih penuh dengan aktivitas hidup, sehat secara jasmani, tapi hatinya mati. Tidak bisa tersentuh dengan penderitaan orang lain, tidak peduli dengan siapapun, tidak ada yang bisa dialirkan dari dalam hatinya. Juga tidak kenal yang namanya belas kasihan, yang dia cari hanyalah keuntungan semata-mata.

Tidak ada lagi pelayanan, yang tercecer hanyalah kegiatan, tidak lagi mempunyai gairah dengan Tuhan, cuma keagamawian yang masih tersisa. Itulah orang yang masih bernyawa, tapi hatinya tidak hidup. Betapa mengerikannya hidup yang seperti ini. Padahal segala sesuatu dalam hidup manusia terpancarnya dari hatinya. Kalau di dalamnya mati, maka "kematianlah" yang disebarkan sehingga apapun yang disentuh menjadi mati.

Mari kita minta supaya mempunyai hati yang hidup sebab segala sesuatunya diawali dan ditentukan dengan yang ada di hatimu. Oleh karena kasih Tuhan, kita akan beroleh hati yang hidup dan memberikan "kehidupan" dimanapun kita berada.

Sumber : Pdt. Petrus Agung Purnomo

——————————————————————————————-

emoticonMENGAJAR DAN BERBUAT BAIK

Hari-hari ini banyak orang sedang mengkampanyekan dirinya supaya terpilih menjadi pemimpin rakyat. Semuanya mengobral banyak janji dan program-program. Sebagian merupakan hasil dari pemikiran yang matang, dan sebagian lagi asal menarik dan laku untuk dijual.

Sebenarnya kalau kita mengikuti cara yang Tuhan Yesus lakukan akan jauh lebih baik. Yesus mengajar dan berbuat baik dengan menyentuh hidup banyak orang. Hal itu terus menerus dilakukan Yesus tanpa henti, dan akhirnya malah orang yang memaksaNya untuk menjadi raja, walau ditolakNya.

Gereja-gereja jika meneladani hidup Yesus akan menjadi sebuah rangkaian harmoni yang ajaib. Tidak ada yang sekedar berdebat untuk idenya agar diterima dan menjadi yang paling baik diantara semuanya, juga tidak ada "black campaign" yang menjelek-jelekkan sesamanya supaya kelihatan baik dan menjadi pusat perhatian agar tidak ditinggalkan orang.

Bukankah jika kita ingin menjadi pemimpin, maka kita harus menjadi pelayan bagi semuanya ? Mari, ajarkan dan sampaikan kabar baik dan jangan jemu-jemu untuk berbuat baik.

Sumber : Pdt. Petrus Agung Purnomo

——————————————————————————————

 emoticonAKHIRNYA KUMENGERTI

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal . Dia sunguh-sungguh tidak percaya akan hal itu.

"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja.

"Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang sangat tidak masuk akal bagi saya "

Pada malam Natal , istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka karena keyakinannya tersebut.

"Saya tidak mau menjadi munafik. Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang saja."

Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi ketukan itu terulang samapi ketiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola alju ke arah jendela rumahnya. Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.

“Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini”, kata pria itu.

“Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka ?”

Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi, burung-burung itu tetap tidak mau masuk ke dalam.

“Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk”, katanya dalam hati.

Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut sekali melihat yang yang terjadi, burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat lompat kedinginan di atas salju. Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.

"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan, dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya.”

“Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman."

Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu yang menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya dan sesaat kemudian pria itu menyadari sesuatu.

"Sekarang saya mengerti.”

"Sekarang saya mengerti mengapa Engkau mau menjadi manusia.”

Demikianlah Tuhan Yesus rela menjadi manusia untuk mengasihi kita, bahkan disaat tanpa sadar kita menolak kasihNya yang tulus. Dia tetap setia dan tidak pernah berubah, kasihNya kekal selamanya. Dia menunggu kita untuk datang kepadaNya dengan kasih yang sempurna.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3 : 16)

Sumber : forward email

——————————————————————————————

emoticonSEDIKIT LAGI

Ada dua mata air yang sangat berdekatan di padang gurun, yaitu Mara dan Elim. Mata air Mara itu pahit airnya, sedangkan yang di Elim sangat manis rasanya, jernih dan limpah. Untuk tiba di Elim harus melewati Mara terlebih dahulu. Jarak antara Mara dengan Elim hanya beberapa mil saja, atau sangat dekat.

Bagaimana dengan perjalanan kita di tahun ini ? Beberapa sudah bersaksi bahwa mereka tiba di Elim, beberapa berteriak karena Mara yang mereka jumpai. Mereka berteriak : Koq pahit ???

Sabar…sabar…jangan berhenti sambil menggerutu, jalanlah sedikit lagi, dan kita akan segera tiba di Elim. Karena itu kita harus belajar bertahan, mengucap syukur, jangan bersungut-sungut karena gerutuan dan sungutan tersebut akan menyedot sebagian besar tenaga kita dan akhirnya akan mengurasnya sampai habis.

Ayo…bergerak terus, jalani terus yang harus dijalani, lewat yang harus dilewati. Di depan Elim menanti kita.

Tinggal sedikit lagi…ya tinggal sedikit lagi.

Sumber : Pdt. Petrus Agung Purnomo

——————————————————————————————

emoticonBELAJARLAH BERHITUNG

Di dalam hidup kekristenan ada ukuran-ukuran tertentu. Salah satunya adalah ukuran iman.

Aapapun yang kita buat pasti harus melibatkan perhitungan yang cermat, khususnya kita harus menghitung seberapa kekuatan iman kita. Apakah iman kita cukup kuat untuk membawa pada tujuan atau impian kita ? Juga apakah iman kita mempunyai daya tahan yang cukup untuk menunggu dengan sabar sampai semuanya tergenapi ?

Emosi kadang bisa membuat kita menjadi tidak jernih lagi dalam menghitung semuanya. Keinginan yang terlalu kuat akan sesuatu juga bisa menghasilkan perhitungan yang salah. Perhitungan di batin tentang seberapa kekuatan iman kita, membutuhkan ketenangan dan penguasaan diri.

Karena itu, belajarlah beberapa hal ini :
1. Kuasai diri dan jadilah tenang
2. Kendalikan emosi dan keinginan yang terlalu menggebu

Belajarlah menghitung ukuran imanmu mulai sekarang. Tuhan memberkati

Sumber : Pdt. Petrus Agung Purnomo

——————————————————————————————

 emoticonTOMBOL KEHIDUPAN

Kita hidup di dunia yang penuh dengan penggunaan tombol. Lihatlah pesawat TV kita dengan remote control yang penuh dengan tombol. Tiap sentuhan di tombol yang berbeda melahirkan gelombang perintah yang berbeda.

Mengabaikan kemampuan tombol-tombol itu dalam menggerakkan perintah tertentu akan membuat kita cenderung menyepelekannya. Bagaimana kalau tombol itu berkaitan dengan rudal nuklir ? Fatal bukan ?

Saat Adam makan buah terlarang, dia menekan tombol yang membuat otoritas atas dunia pindah ke tangan iblis. Saat Yoas memukulkan anak panahnya hanya 3 kali, dia rupanya menekan tombol kemenangan hanya 3 kali.

Saat kita memberi dalam ketaatan, rupanya kita sedang menekan tombol kelimpahan, dan demikian seterusnya.

Mari memilih untuk selalu menekan tombol-tombol yang tepat dalam hidupmu.

Sumber: Pdt. Petrus Agung Purnomo

——————————————————————————————

emoticonDIPERCAYA DAN MEMPERCAYAKAN

Hidup kita di dalam Kristus ternyata mengandung dua sisi dalam hal tanggung jawab yang Tuhan berikan, yaitu "dipercaya", dan "mempercayakan".

Orang yang tidak memiliki kedua-duanya adalah orang yang gagal mengemban hidupnya di hadapan Tuhan dan manusia. Bagaimana tidak ? Orang yang dipercaya adalah orang yang dianggap memiliki integritas dan kemampuan, karena itulah orang lain percaya kepadanya.

Mereka yang dapat dipercaya mendapat penilaian positif dari Tuhan atau manusia. Sedangkan orang yang bisa mempercayakan sesuatu yang ada padanya pada orang lain adalah orang yang sedang memperbesar kapasitasnya.

Bayangkan kalau semua urusan hidupmu harus dikerjakan semua sendiri. Dari kerja, urusan dapur, les anak sekolah, sampai semua urusan pekerjaan tidak mempunyai pegawai/staff ataupun. Apa yang terjadi ? Kapasitasnya tidak bisa berkembang. Jadi harus bagaimana ? Jadilah orang yang dapat dipercayai dan temukan atau didik orang yang bisa menjadi kepercayaan. Di situ kita bisa dipercayai dan mempercayakan.

 
Sumber : Pdt. Petrus Agung Purnomo
——————————————————————
 

 

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M

-->